Tugas Seni Budaya
Tari Serimpi
https://youtu.be/hbxKXQRlL6gA. DESKRIPSI
Tari Serimpi adalah salah satu tarian klasik dari Yogyakarta yang ditarikan beberapa penari wanita cantik dan anggun. Tarian ini menggambarkan kesopanan dan kelemah lembutan, yang di tunjukan dari gerakan yang pelan dan lembut oleh para penarinya. Tari Serimpi ini awalnya juga merupakan tarian yang bersifat sakral dan hanya ditampilkan di lingkungan Keraton Yogyakarta.
B. EVALUASI
Kesesuaian dengan unsur :
Temannya menarik, karena menceritakan tentang pertemuan antara Prabu Anggling Dharmo yang menjadi seekor belibis putih dengan Dewi Renggowati. Gerakkannya yang lentik dan durasi yang lama bisa membuat orang seperti berada di alam lain, yakni alam mimpi. Penarinya masih anak-anak yang belum menstruasi. Busana yang digunakan sederhana dan warnanya tidak terlalu mencolok. Tata riasnya unik dengan rambut digelung dan dihiasi hiasan berjumbai dari bulu burung kasuari. Menggunakan iringan musik gending Tetawa. Properti yang digunakan sederhana hanya tiruan burung belibis.
Kelemahan :
Durasinya terlalu lama, karena bisa membuat orang yang menontonnya mengantuk. Mungkin tari renggowati bisa dipentaskan tidak hanya dikerajaan pada saat ada hajatan tetapi mungkin dapat dipentaskan ditengah” masyarakat.
Memiliki gerakan yang lentik serta mempunyai kesan kelembutan dan ketegasan. Meskipun dengan tampilan yang sederhana tetapi mempunyai kesan yang mewah karena di pentaskan di kerajaan
C. ANALISIS
a. Sejarah Tari
kemunculnya tari Serimpi berawal dari masa kejayaan Kerajaan Mataram, saat Sultan Agung memerintah antara 1613-1646. Dan tarian ini dianggap sakral karena hanya dipentaskan dalam lingkungan keraton sebagai ritual kenegaraan hingga peringatan Naik Takhta Sultan.
Namun pada tahun 1775, ketika Kerajaan Mataram pecah menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta, tari serimpipun kemudian terbagi menjadi dua aliran yakni gaya Kesultanan Yogyakarta dan Gaya Kesultanan Surakarta. Tari Serimpi di Kesultanan Yogyakarta digolongkan menjadi Serimpi Babul Layar, Serimpi Dhempel, Serimpi Genjung. Sedangkan di Kesultanan Surakarta digolongkan menjadi Serimpi Anglir Mendung dan Serimpi Bondan.
b. Fungsi Tari
Sebagai ritual kenegaraan hingga peringatan Naik Takhta Sultan.
C.Bentuk Penyajian
Tarian ini diperagakan oleh empat orang penari yang semuanya adalah wanita. Jumlah ini sesuai dengan arti kata serimpi yang berarti 4.Tema yang ditampilkan pada Tari Serimpi menggambarkan pertikaian antara dua hal yang bertentangan yakni antara baik dan buruk, benar dan salah, akal manusia dan nafsu manusia.
D. Keunikan Gerak
mengekspresikan gerakan tari perang lebih terlihat jelas karena dilakukan dengan gerakan yang sama dari dua pasang prajurit melawan prajurit yang lain dengan dibantu properti tari berupa senjata.
E. Iringan
pola iringan tari serimpi adalah gendhing sabrangan untuk perjalanan keluar dan masuknya penari dibarengi bunyi music tiup dan gendering dengan pukulan irama khusus. Pada bagian tarinya mempergunakan gendhing-gendhing tengahan atau gendhing ageng yang berkelanjutan irama ketuk 4, kemudian masuk ke gendhing ladrang kemudian ayak-ayak beserta srebegannya khusus untuk iringan perang.
F.Tata rias
untuk tata riasnya, mereka menata rambutnya dengan cara digelung. Sebagai hiasan kepala, mereka juga mengenakan hiasan berjumbai dari bulu burung kasuari.
G. Busana
Kostum yang digunakan adalah kostum pengantin puteri Kraton Yogyakarta yakni dengan dodotan dan gelung bokor sebagai motif hiasan kepala. Namun seiring perkembangan jaman telah beralih menggunakan “kain seredan” dan baju tanpa lengan.
H. Gerak Tari
Gerakan tangan dengan ibu jari dan membiarkan empat jemari lainnya terbuka rapat. Sementara itu jari tangan yang lainnya akan dirapatkan antara telunjuk dengan ibu jari, sehingga membentuk gelungan tangan yang terlihat lentik. Gerakan tersebut hadir dalam jenis tari putri maupun tari putra. Sekilas kesan yang didapat tidak hanya lentik tetapi juga tegas. Sebuah kombinasi antara kekuatan dan kelembutan.
Sumber: http://anggichintya.blogspot.co.id/2015/03/diskripsi-tari-srimpi.html
http://herma-putra.blogspot.co.id/2013/05/tari-serimpi.html
http://www.negerikuindonesia.com/2015/06/tari-serimpi-tarian-tradisional-dari.html
